SAYA MENGIMANI AGAMA KATOLIK
TAPI SAYA YAKIN TUJUAN SEMUA AGAMA SAYA YAKNI MENDAMAIKAN DUNIA
IMAN KU DAN IMAN MU
UNTUK KEDAMAIAN
BUKAN KEHANCURAN
CIPTAKAN KEDAMAIAN DENGAN IMAN KITA MASING-MASING
YANG KITA PERCAYA
KARENA KEPERCAYAAN ADALAH SEBUAH PILIHAN.
Apa alasan seseorang berbuat kebaikan?
Ketika alasan seseorang berbuat kebaikan hanya karena Ia membutuhkan aksi timbal balik dari kebaikan itu, bisa di katakan CINTA KASIH pada dirinya tidak ada. Ketika kebaikan di lakukan, tidak harus di ketahui banyak orang bahkan ada kutipan Alkitab yang mengatakan "Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah di ketahui tangan kiri mu apa yang di perbuat tangan kanan mu" (Mat 6:3).
Jadi, ketika CINTA KASIH dengan wujud perbuatan kebaikan hanya di lakukan demi sebuah kepentingan pribadi bahkan sebuah kebaikan di jadikan "TAMENG" mungkin kita sebagai manusia harus berpikir ulang untuk melakukannya.
GOD ALWAYS GOOD, SO HUMAN ALWAYS CARE WITH GOD.
Menurut saya Hukum Cinta kasih memang Hukum yang mutlak di miliki
oleh semua manusia. Bukan hanya dari Agama Katolik yang saya imani sekarang,
tapi dari segala sisi Agama saya rasa memiliki Hukum Cinta Kasih tapi cara
penyebutannya saja yang mungkin berbeda. Pada dasarnya manusia memiliki kasih.
Ketika kami di berikan tugas untuk proyek kebaikan, kami mencoba menjalani
tugas dengan sebaik mungkin.
Di Pojok itu
Kita bercengkrama
Berdua berbicara
Berdua saling mendengarkan
Ketika asyik bercerita
Tiba-tiba Kau terdiam sejenak
Menanyakn keadaanku saat itu
Saat aku mulai tak bersuara
Kau berkata singkat
Namun Kau mengerti apa yang terjadi
Kau mungkin tak melihat
Namun Kau merasakannya.
FBAL.
Matius 22:37-40
“Jawab Yesus kepadanya:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan
hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia
seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat
dan kitab para nabi.”
Markus 12:28-34
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan
orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat
kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah
yang paling utama" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah:
Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.Kasihilah Tuhan, Allahmu
1 , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal
budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama
dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus:
"Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada
yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan
segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama
manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban
bakaran dan korban sembelihan. Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab
orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan
Allah! " Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan r sesuatu kepada
Yesus.
Lukas 10:25-28
Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat
untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk
memperoleh hidup yang kekal? "Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis
dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"Jawab orang itu:
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu
dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. "Kata Yesus kepadanya:
"Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup. Hukum
baru, yaitu Hukum Injil, adalah kepenuhan dan penggenapan Hukum Allah, baik
alami maupun yang diwahyukan, yang diwujudkan melalui Kristus.
Hukum itu mencakup perintah mengasihi Allah dan sesama, supaya
semua orang saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita Hukum ini
diungkapkan Yesus ketika ada orang-orang Farisi yang ingin mencobai Yesus dan
menanyakan “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” (Matius
22:36) Dalam perintah ini tercakuplah segala perintah yang lain: Kasihilah
Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap
akal budimudan dengan segenap kekuatanmu. Kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri.(Mrk 12: 30-31) Amal Kasih Karya amal kasih menjadi syarat
penerimaan dalam dunia abadi. Kitab Suci (lih. Mat 25: 34-36; 40; Tb 2:2-4)
merumuskan karya amal kasih sbb:
Memberi makan kepada orang yang lapar; memberi minum kepada orang
yang haus; Memberi perlindungan kepada orang asing; Memberi pakaian kepada
orang yang telanjang; melawat orang sakit; mengunjungi orang yang dipenjarakan;
menguburkan orang mati. Isi dari HUKUM CINTA itu dalam pengertian dan refleksi
Gereja Katolik. Dan Gereja Katolik merefleksikannya sebagai HUKUM BARU Yang
DIBAWA OLEH KRISTUS, yang didasarkan pada satu teks saja dari Kitab Suci ,
yakni 1 Korintus 13:4-7 ; walaupun sejatinya seluruh Perjanjian Baru adalah
Kabar Baik tentang Hukum Cinta, yang dibawa dan dilakukan secara total oleh
sosok Pribadi : Sang Pencinta Agung.
• KASIH ITU SABAR
• KASIH ITU MURAH HATI
• IA TIDAK CEMBURU
• IA TIDAK MEMEGAHKAN DIRI DAN TIDAK SOMBONG
• IA TIDAK MELAKUKAN YG TIDAK SOPAN DAN TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN
DIRI
• IA TIDAK PEMARAH
• IA TIDAK MENYIMPAN KESALAHAN ORANG LAIN
• IA TIDAK BERSUKACITA KARENA KETIDAKADILAN, TETAPI KARENA
KEBENARAN
• IA MENUTUPI SEGALA SESUATU
• PERCAYA SEGALA SESUATU
• MENGHARAPKAN SEGALA SESUATU , DAN
• SABAR MENANGGUNG SEGALA SESUATU.
SAYA MENGIMANI AGAMA KATOLIK
TAPI SAYA YAKIN TUJUAN SEMUA AGAMA SAYA YAKNI MENDAMAIKAN DUNIA
IMAN KU DAN IMAN MU
UNTUK KEDAMAIAN
BUKAN KEHANCURAN
CIPTAKAN KEDAMAIAN DENGAN IMAN KITA MASING-MASING
YANG KITA PERCAYA
KARENA KEPERCAYAAN ADALAH SEBUAH PILIHAN.
Apa alasan seseorang berbuat kebaikan?
Ketika alasan seseorang berbuat kebaikan hanya karena Ia membutuhkan aksi timbal balik dari kebaikan itu, bisa di katakan CINTA KASIH pada dirinya tidak ada. Ketika kebaikan di lakukan, tidak harus di ketahui banyak orang bahkan ada kutipan Alkitab yang mengatakan "Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah di ketahui tangan kiri mu apa yang di perbuat tangan kanan mu" (Mat 6:3).
Jadi, ketika CINTA KASIH dengan wujud perbuatan kebaikan hanya di lakukan demi sebuah kepentingan pribadi bahkan sebuah kebaikan di jadikan "TAMENG" mungkin kita sebagai manusia harus berpikir ulang untuk melakukannya.
GOD ALWAYS GOOD, SO HUMAN ALWAYS CARE WITH GOD.
Menurut saya Hukum Cinta kasih memang Hukum yang mutlak di miliki oleh semua manusia. Bukan hanya dari Agama Katolik yang saya imani sekarang, tapi dari segala sisi Agama saya rasa memiliki Hukum Cinta Kasih tapi cara penyebutannya saja yang mungkin berbeda. Pada dasarnya manusia memiliki kasih. Ketika kami di berikan tugas untuk proyek kebaikan, kami mencoba menjalani tugas dengan sebaik mungkin.
Di Pojok itu
Kita bercengkrama
Berdua berbicara
Berdua saling mendengarkan
Ketika asyik bercerita
Tiba-tiba Kau terdiam sejenak
Menanyakn keadaanku saat itu
Saat aku mulai tak bersuara
Kau berkata singkat
Namun Kau mengerti apa yang terjadi
Kau mungkin tak melihat
Namun Kau merasakannya.
FBAL.
Matius 22:37-40
“Jawab Yesus kepadanya:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan
hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia
seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat
dan kitab para nabi.”
Markus 12:28-34
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan
orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat
kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah
yang paling utama" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah:
Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.Kasihilah Tuhan, Allahmu
1 , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal
budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama
dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus:
"Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada
yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan
segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama
manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban
bakaran dan korban sembelihan. Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab
orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan
Allah! " Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan r sesuatu kepada
Yesus.
Lukas 10:25-28
Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat
untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk
memperoleh hidup yang kekal? "Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis
dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"Jawab orang itu:
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu
dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. "Kata Yesus kepadanya:
"Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup. Hukum
baru, yaitu Hukum Injil, adalah kepenuhan dan penggenapan Hukum Allah, baik
alami maupun yang diwahyukan, yang diwujudkan melalui Kristus.
Hukum itu mencakup perintah mengasihi Allah dan sesama, supaya
semua orang saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita Hukum ini
diungkapkan Yesus ketika ada orang-orang Farisi yang ingin mencobai Yesus dan
menanyakan “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” (Matius
22:36) Dalam perintah ini tercakuplah segala perintah yang lain: Kasihilah
Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap
akal budimudan dengan segenap kekuatanmu. Kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri.(Mrk 12: 30-31) Amal Kasih Karya amal kasih menjadi syarat
penerimaan dalam dunia abadi. Kitab Suci (lih. Mat 25: 34-36; 40; Tb 2:2-4)
merumuskan karya amal kasih sbb:
Memberi makan kepada orang yang lapar; memberi minum kepada orang
yang haus; Memberi perlindungan kepada orang asing; Memberi pakaian kepada
orang yang telanjang; melawat orang sakit; mengunjungi orang yang dipenjarakan;
menguburkan orang mati. Isi dari HUKUM CINTA itu dalam pengertian dan refleksi
Gereja Katolik. Dan Gereja Katolik merefleksikannya sebagai HUKUM BARU Yang
DIBAWA OLEH KRISTUS, yang didasarkan pada satu teks saja dari Kitab Suci ,
yakni 1 Korintus 13:4-7 ; walaupun sejatinya seluruh Perjanjian Baru adalah
Kabar Baik tentang Hukum Cinta, yang dibawa dan dilakukan secara total oleh
sosok Pribadi : Sang Pencinta Agung.
• KASIH ITU SABAR
• KASIH ITU MURAH HATI
• IA TIDAK CEMBURU
• IA TIDAK MEMEGAHKAN DIRI DAN TIDAK SOMBONG
• IA TIDAK MELAKUKAN YG TIDAK SOPAN DAN TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN
DIRI
• IA TIDAK PEMARAH
• IA TIDAK MENYIMPAN KESALAHAN ORANG LAIN
• IA TIDAK BERSUKACITA KARENA KETIDAKADILAN, TETAPI KARENA
KEBENARAN
• IA MENUTUPI SEGALA SESUATU
• PERCAYA SEGALA SESUATU
• MENGHARAPKAN SEGALA SESUATU , DAN
• SABAR MENANGGUNG SEGALA SESUATU.


